tong kosong nyaring bunyinya

Entries tagged as ‘ramadhan’

ada yang lebih mulia darinya?

25 September 08 · & Komentar

ramadhan 1429H segera berakhir. sudah ber-ramadhan-ramadhan (kembali) mengulangi kegagalan untuk mengikuti jejaknya. jejak manusia paling mulia. cerita di bawah, yang sudah sering dibaca (namun gampang dilupakan), untuk kembali mengingatkan betapa beruntungnya seorang ratno dini pitoyo menjadi salah satu umatnya. untuk kembali mengingatkan bahwa cintanya haruslah dibalas dengan lebih bersungguh-sungguh.

AIRMATA RASULULLAH SAW…

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.
“Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya
masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam”, kata Fatimah yang
membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan
bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?” “Tak tahulah
ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah
lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang
menggetarkan.

Seolah-olah bahagian demi! bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang
memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,” kata Rasulullah,
Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi
Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya. Kemudian
dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut
ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?”, tanya
Rasululllah dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah
terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. “Semua syurga terbuka lebar
menanti kedatanganmu, ” kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan
Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. “Engkau tidak senang
mendengar khabar ini?”, tanya Jibril lagi. “Khabarkan kepadaku
bagaimana nasib umatku kelak?” “Jangan  khawatir, wahai Rasul ! Allah,
aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: “Kuharamkan syurga bagi
siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh
Rasulullah ditarik.

Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.
“Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” Perlahan Rasulullah
mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan
Jibril memalingkan muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan
wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata
Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang
tidaktertahankan lagi.

Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini
kepadaku, jangan pada umatku
.” Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan
dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan
sesuatu, ! Ali segera mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis shalati, wa
maa malakat aimanuku” “peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang
lemah di antaramu.”Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat
saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali
mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

Ummatii,ummatii, ummatiii?” – “Umatku, umatku, umatku” Dan,
berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita
mencintai sepertinya? Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

 

Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa sallim tasliman ‘alayhi wa ‘ala azwawjihi wa ‘ala zurriyatihi wa ‘ala alihi wa ‘ala ashabihi wa ‘ala ummatihi ajma’iin. amiin ya robbal ‘alamiin.

Kategori: segala umur
Ditandai: , ,

malam pertama

1 September 08 · & Komentar

(disclaimer: cerita di bawah bukan tentang malam pertama yang itu, tapi malam pertama ramadhan di negeri orang. jadi kalau yang anda cari adalah malam pertama yang itu, stop membaca sekarang juga :D )

pekan lalu ketika mencari jadwal siaran sepakbola di sini, ternyata milan, liverpool, dan barcelona akan bermain secara berurutan! dengan pertandingan akan berlangsung ahad, 31 agustus 2008 dan bertepatan dengan perkiraan awal ramadhan, i was thinking like wow it would be a perfect night to kick off ramadhan sambil membayangkan kemenangan tiga tim tadi.

maka tadi malam dengan semangat 45 sehabis tarawih di mesjid segera ngacir ke lab (tp sebetulnya balik dulu ke asrama, laper euy :wink: ) karena pertandingan akan dimulai secara maraton dari pukul 9 pm – 3 am. dan untuk menemani nonton maka membekali diri dengan segelas ye kuo nai cha dan dua bungkus jamur goreng, pokoke mantap. begitu yakinnya sampai satu persatu pertandingan selesai, dan hasilnya adalah…..

  • milan digebuk bologna 1-2 di san siro!!! ronaldinho padahal bermain ciamik tapi penyelesaian akhir yang buruk dan serangan balik mematikan membuat milan menjalani start musim 08/09 serie A dengan buruk.
  • liverpool kembali bermain buruk. tidak kalah memang tapi torres cedera menyusul gerrard yang harus dioperasi.
  • barcelona yang menghadapi tim promosi, numancia datang ke kandang lawan dengan keyakinan tinggi bakal meraih tiga poin berbekal pra musim yang meyakinkan. hasilnya kecerobohan di lini belakang dan kekurangtenangan di depan membuat barcelona ditekuk 0-1.

dan mimpi mengawali ramadhan dengan indah pun sirna :cry: (halah segitunya cuma gara2 bola)

and when thing couldnt be worse.

sampai asrama, mas wetra dan mas chipta sedang sahur. lho kok kompakan bikin mi? kan masih ada lauk ayam sisa semalam? dengan tersenyum mereka menjawab, ‘rice cooker rusak’, what? :cry: jadi tidak ada nasi dan terpaksa ikutan bikin mie (alhamdulillah masih bisa sahur pake mie, hehe).

and when thing couldnt be even worse.

daripada ngedumel mending mandi air hangat dulu baru sahur. begitu pikiran saya. sehabis mandi memang terasa segar sampai kemudian terasa badan jadi menggigil. Oh My God, malah kena masuk angin :cry: ini termasuk masuk angin yang terparah selama di sini. walhasil terpaksa berjaket tebal di musim panas.

and then when thing couldnt be even worse.

gara2 masuk angin, abis shubuh pengen langsung tidur. tapi kemudian ketika sedang sholat shubuh, rakaat pertama baik-baik saja. namun tiba-tiba pas rakaat kedua dimulai tiba-tiba perut mules berat. crossing alias croso ngising. untung imamnya baik cuma baca qulhu jadi cepat kelar (imamnya siapa ya? :roll: ) so abis sholat langsung ngacir tanpa sempat zikir :cry:

akhir kata (nasihat untuk yang punya blog): makanya bulan puasa itu banyakin ibadah, jangan mlototin bola aja ya! mending baca quran, atau qiyamul layl sampai kaki kesemutan, atau ngapain kek. besok jangan diulangin ya? dibilangin banyakin ibadah malah nulis blog aja. dasar!!

and then finally when thing couldnt be even worse.

pagi ke lab, disambut teman dengan pertanyaan. ‘hey ratno, when you leave last night did you lock the door?’. huh? Allahu akbar. what a perfect day. super ultimate combo attack!!!!

Kategori: dewasa
Ditandai: , ,

marhaban ya ramadhan

30 Agustus 08 · & Komentar

Dari Jabir bin Abdillah radhiyaLlahu’anhuma:

أن النبي صلى الله عليه وسلم رَقَى المِنبر فَلما رَقَى الدَّرجة الأُولى قال : ( آمِين ) ثُم رَقى الثَانية فَقال : ( آمِينَ ) ثُم رَقى الثَالثة فَقال : ( آمِينَ ) فقالوا : يا رسول الله سَمعنَاك تَقولُ : ( آمينَ ثَلاث مَرات ؟)   قال : ( لَما رَقيتُالدَّرجةَ الأُولى جَاءِني جِبريلُ صلى الله عليه وسلم فَقال : شَقي عَبدٌ أَدركَ رمضان فانسَلخَ مِنهُ ولَم يُغفَر لَه فَقلتُ : آمِينَ ، ثُم قَال شَقي عَبدٌ أَدرك والدَيهِ أَو أَحدَهُما فَلم يُدخِلاهُ الجنَّةَ . فَقلتُ : آمينَ . ثُم قَال شَقي عَبدٌ ذُكرتَ عِندهُ ولَم يُصلِ عَليك . فَقلتُ : آمينَ

[Nabi ShallaLlahu 'alayhi wa sallam naik ke atas mimbar, kemudian berkata, "amiin, amiin, amiin". Para Sahabat bertanya, "kenapa engkau berkata amiin, amiin, amiin, Ya RasuluLlah?" Nabi ShallaLlahu 'alayhi wa sallam menjawab, "ketika aku berada di atas mimbar, malaikat Jibril mendatangiku dan berkata, 'celaka orang yang masuk bulan ramadhan tetapi ketika keluar dari bulan ramadhan tidak diampuni dosanya oleh Allah', maka aku berkata, 'amiin', kemudian Jibril berkata lagi, 'celaka orang yang mendapatkan kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya tapi tidak memasukkan keduanya ke surga', maka aku berkata, 'amiin', kemudian Jibril berkata lagi, 'celaka orang yang ketika disebut namamu namun tidak bershalawat kepadamu', maka aku berkata, 'amiin'."] (diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam adabul mufrod dan dishahihkan li ghoyrihi oleh Al-bani dalam adabul mufrod no. 644, diriwayatkan pula, melalui jalur yang berbeda, oleh Bazzar 10/165 dalam Majma’uz Zawahid dan Hakim 4/153, dan diriwayatkan pula dengan matan yang mirip oleh Baihaqi 4/204, Ibnu Khuzaimah 3/192, dan Imam Ahmad 2/246)  

dan karena saya ingin ketika keluar dari ramadhan dalam keadaan dimaafkan oleh Allah subhaanahu wa ta’ala, tapi bagaimana dapat dimaafkan bila masih punya kesalahan terhadap sesama makhluk? (lengkapanya baca di sini), oleh karena itu saya mohon maaf atas kesalahan. semoga kita semua dapat menjalani ramadhan ini dengan sebaik-baiknya. 

note:

hadits di atas adalah hadits shahih tidak seperti hadits yang belakangan beredar yang berbunyi, “Do’a Malaikat Zibril Menjelang Ramadhan ” “Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut: * Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada); * Tidak berma’afan terlebih dahulu antara suami istri; * Tidak berma’afan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya. Maka Rasulullah pun mengatakan Amiin sebanyak 3 kali.” Hadits ini adalah hadits yang tidak jelas riwayatnya. palsu? wallahu a’lam, mudah2an dalam waktu dekat dapat terjawab. amiin.

ramadhan, let’s roll :smile:

oh iya, insyaAllah nanti sore saya akan mengikuti ru’yatul hilal di masjid Long Gang, Chung Li [update : 21.00] tadi terlambat, sampai mesjid pas sudah mulai sholat maghrib :oops: akhirnya cuma bisa nanya ke Imam mesjid. hasilnya, istikmal sehingga shoum dimulai hari senin.

Kategori: serius
Ditandai: , , ,