tong kosong nyaring bunyinya

Masukan dari Oktober 2008

luka lama itu kembali lagi malam ini

31 Oktober 08 · & Komentar

malam ini

luka lama itu kembali lagi

sakit rasanya

walau tak semenyiksa sebelumnya

tapi tetap saja

menghalangi langkah kaki ini tuk berlari

 

sungguh tak menyangka

malam ini

kuberharap tawa

gembira

berteriak, “akhirnya”

ternyata tawa, gembira hanya tuk sesaat saja

luka lama itu kembali lagi malam ini

 

haruskah ku tetap memperjuangkannya?

apakah tawa,gembira sepadan dengan luka, derita selama ini?

 

maka kujawab, ya!

(sambil berharap sudah terobati sebelum 5 November, sudah terpulihkan sebelum 22 November)

Kategori: serius
Ditandai: ,

Syeikh Puji, AA Gym dan Pernikahan

29 Oktober 08 · & Komentar

(ditulis di tengah kontroversi ‘pernikahan’ syekh puji dengan seorang anak gadis berumur 12 tahun)

tadi pagi, baca-baca di forum hidayatullah (www.hidayatullah.com) ada postingan menarik mengenai aa gym.

Suatu saat AA Gym nanya ke akhwat.
“Yang menciptakan akhwat siapa?”
“Allah!” kompak barisan akhwat menjawab.
“Yang memberi rizki siapa?”
“Allah!”
“Yang mengatur jodoh siapa?”
“Allah!”
“Lantas kalau Allah mengatur jodoh saya, kenapa pada protes?”

kita memang makhluk yang aneh, yang gak perlu diprotes malah diprotes, yang perlu diprotes malah didiamkan…..

:?: :?: :?:

Kategori: serius
Ditandai: ,

warung b201 tutup!!

27 Oktober 08 · Tinggalkan sebuah Komentar

is it the end of The Fellowship of The Wok? :shock: :???:

sudah 10 harian lebih warung b201 tutup :sad: bermula dari beberapa hari sebelumnya, seorang chef dipergoki oleh laoshi,  老師 (weks, nyari istilah padanan dalam bahasa indonesianya apa ya?) ketika sedang beraksi. I think actually they knew what we usually did but tried to shut their eyes, ears, and noses (secara bau gitu loh, jadi ya harus nutup hidung) like their fellas in old dorm. tapi ketika masak-memasak menjadi agak semakin ‘vulgar’, susah bagi mereka untuk tidak mengindahkan laporan. so basically, we got busted :cry:

dan hari berikutnya, setelah hari itu dipenuhi dengan rumor2, datang telpon dari office of international affair. dan kebetulan i was the one who accepted the call, damn! cuma bisa jawab, yes, yes, yes. then the chefs had a meeting to solve it. diputuskan melobi laoshi agar diperbolehkan tetap memakai ‘peralatan perang’ sendiri di ‘dapur’ (it’s not even a kitchen for God’s sake :roll: ). dan kemudian yang terjadi adalah kesalahpahaman. setelah mas chipta, selaku chief of chef,  maju dan bernegoisasi dengan laoshi hasilnya adalah minta kita menghadap ke office of international affair.

dan setelah tertunda dua hari, majulah diri ini ke office of international affair (oia). penuh dengan harapan kalo oia akan lebih mengerti kebutuhan kami :lol: ternyata, eh ternyata, disuruh ke oia gara2 laoshi’s lack of english and he find it difficult to explain jadinya minta tolong ke oia kalo kegiatan kami ilegal berat bak pki di indonesia. bukan hanya memperjelas larangan namun juga dioleh2in daftar hal2 yang terlarang beserta konsekuensinya :oops: jadilah diputuskan untuk membubarkan para chef dan mengembalikan ke kantong himpunan masing2 (loh, opo iki?).

and it has been 10 days since, coba masak pake rice cooker (dengan sembunyi2), pake microwave (i even googling how to cook using microwave), makan di vegetarian (kalo buat sekali2 masih ok, tp buat terus2an? ). finally enough is enough. please, i want to cook again and eat my own cooking. at the moment, jalan yang ada adalah mudah2an mas wetra dapat apartemen baru yang ada dapurnya :smile: allahumma amin. can’t wait for the second episode, The Return of The Chef :grin: walau harus pindah warung :smile:

btw, laoshi asrama menyarankan kalo ngotot masak ya masak di depan asrama aja. huh? di tengah jalan? :shock: gak mikir apa dia? tapi kayaknya kalo udah ‘gila’ pengen juga sekali2 masak di depan asrama :mrgreen: itung2 shock therapy, hehehe, orang indonesia kok ditantangin :mrgreen:

Kategori: serius
Ditandai: , ,