ramadhan 1429H segera berakhir. sudah ber-ramadhan-ramadhan (kembali) mengulangi kegagalan untuk mengikuti jejaknya. jejak manusia paling mulia. cerita di bawah, yang sudah sering dibaca (namun gampang dilupakan), untuk kembali mengingatkan betapa beruntungnya seorang ratno dini pitoyo menjadi salah satu umatnya. untuk kembali mengingatkan bahwa cintanya haruslah dibalas dengan lebih bersungguh-sungguh.
AIRMATA RASULULLAH SAW…
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.
“Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya
masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam”, kata Fatimah yang
membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan
bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?” “Tak tahulah
ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah
lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang
menggetarkan.
Seolah-olah bahagian demi! bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang
memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,” kata Rasulullah,
Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi
Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya. Kemudian
dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut
ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?”, tanya
Rasululllah dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah
terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. “Semua syurga terbuka lebar
menanti kedatanganmu, ” kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan
Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. “Engkau tidak senang
mendengar khabar ini?”, tanya Jibril lagi. “Khabarkan kepadaku
bagaimana nasib umatku kelak?” “Jangan khawatir, wahai Rasul ! Allah,
aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: “Kuharamkan syurga bagi
siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh
Rasulullah ditarik.
Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.
“Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” Perlahan Rasulullah
mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan
Jibril memalingkan muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan
wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata
Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang
tidaktertahankan lagi.
“Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini
kepadaku, jangan pada umatku.” Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan
dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan
sesuatu, ! Ali segera mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis shalati, wa
maa malakat aimanuku” “peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang
lemah di antaramu.”Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat
saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali
mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
“Ummatii,ummatii, ummatiii?” – “Umatku, umatku, umatku” Dan,
berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita
mencintai sepertinya? Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.
Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa sallim tasliman ‘alayhi wa ‘ala azwawjihi wa ‘ala zurriyatihi wa ‘ala alihi wa ‘ala ashabihi wa ‘ala ummatihi ajma’iin. amiin ya robbal ‘alamiin.
2 tanggapan so far ↓
faisol // 25 September 08 pada 12:07 pm |
Allaahumma shalli wa sallim ‘alayh…
subhaanallaah… sebuah posting yg sangat menyentuh jiwa… terima kasih saya haturkan…
selamat Berpuasa… semoga segala ibadah kita diterima oleh Allah SWT, amin…
sebagai tambahan, saya membuat tulisan tentang “Benarkah Kita Hamba Allah?”
silakan berkunjung ke:
http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/09/benarkah-kita-hamba-allah-1-of-2.html
(link di atas adalah tulisan ke-1 dr 2 buah link benarkah kita hamba Allah?)
Apakah Allah juga mengakui bahwa kita adalah hamba-Nya?
semoga Allah menyatukan dan melembutkan hati semua umat Islam, amin…
salam,
achmad faisol
http://achmadfaisol.blogspot.com/
hani // 8 Oktober 08 pada 2:30 pm |
Terima kasih tulisannya
Subhanallah Walhamdulillah Walailahaillallah Wallahuakbar